Mengenal Turnip, Sayur Lobak yang Populer di Eropa

Tanaman Turnip

Tanaman turnip atau brassica rapa merupakan salah satu sayuran sejenis lobak yang belum populer di Indonesia, akan tetapi sudah cukup populer di belahan bumi lainnya, yakni Eropa bagian selatan. Di sana, sayuran ini dimanfaatkan sebagai bahan pakan yang diolah menjadi sayuran dan digunakan juga menjadi obat untuk kesehatan dan kecantikan kulit.

Asal tanaman ini masih kurang diketahui dengan pasti. Akan tetapi, Anda bisa menemukan tanaman ini banyak ditanam di hutan belantara Rusia dan Siberia. Sebab tanaman ini memang menyukai daerah-daerah subtropis seperti negara Eropa dan Amerika. Sayuran ini akan tumbuh subur pada musim panas dan dingin. Tak heran bila di Indonesia tanaman ini masih jarang ditemui.

Karena jarang ditemui keberadaannya, peminat sayuran ini masih terbilang sangat jarang. Biasanya sayuran ini diolah menjadi sayuran yang menggunakan umbi tanamannya. Namun, tangkai beserta daunnya sebenarnya juga bermanfaat. Umbi turnip berbentuk bulat atau silinder, berdaging tebal, berukuran relatif sedang hingga besar, dan berwarna putih kehijauan atau putih keunguan di bagian atas umbi.

Meskipun keberadaannya masih jarang di Indonesia, tanaman ini sudah memiliki banyak varietas yang bisa dimanfaatkan. Varietas salah satunya yaitu tokyo cross yang berbentuk bulat sempurna dan berwarna putih, varietas just right, varietas oasis, express white, dan tokyo market.

Baca Juga:
Cara Jitu Menanam Tebu dari 3 Jenis Bibit yang Berbeda, Mau Tau?
7 Jenis Hama yang Menyerang Tanaman Anggur, Sudah Tau Belum?
5 Jenis Metode Priming yang Belum Anda Ketahui, Penasaran?

Gizi yang terkandung di dalam lobak ini terbilang cukup tinggi seperti vitamin A, C, dan sejumlah vitamin B. Bukan hanya vitamin, tanaman turnip juga mengandung Ca, Fe, dan P.

Apabila Anda ingin membeli turnip, lebih baik beli turnip yang masih cukup keras, tak bebercak dan bernoda, serta pada bagian daunnya masih segar. Untuk tanaman turnip yang akan diolah harus dikupas terlebih dulu. Kemudian, lobak bisa dipotong sesuai dengan selera seperti korek api, bentuk daun, diris tipis-tipis, atau diiris bentuk lainnya.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pengolahan turnip ini bisa dengan ditumis dan direbus dengan air garam. Kadang-kadang lobak ini bisa diolah dengan cara dibakar atau dipanggang. Turnip dimasak selama 10—15 menit hingga cukup empuk. Varietas oasis bercita rasa manis dan enak disajikan mentah dengan saus krim atau saus keju.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Mengenal Turnip, Sayur Lobak yang Populer di Eropa” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Karung Beras untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Posted in distributor karung beras, karung, karung beras, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Jitu Menanam Tebu dari 3 Jenis Bibit yang Berbeda, Mau Tau?

Budidaya Tebu

Tanaman tebu adalah salah satu jenis tanaman dataran rendah dan tergolong ke dalam jenis rumput-rumputan. Tanaman ini bisa ditanam melalui 3 jenis bibit tebu yang bisa Anda pilih untuk dibudidayakan. Tanaman ini merupakan bahan baku utama pembuatan gula dan hanya tumbuh di daerah yang beriklim tropis. Nah, berikut ini beberapa cara menanam tebu dari 3 jenis bibit tebu yang berbeda-beda.

Bibit Setek Pucuk

Yang pertama yaitu bibit setek pucuk merupakan bibit yang diambil dari pucuk tebangan tebu dengan panjang sekitar 3 ruas. Dedaunan yang masih melekat pada pucuk tersebut harus dibuang. Pada bibit setek pucuk yang akan digunakan harus memiliki dua atau tiga mata. Bibit ditanam dengan cara menidurkannya dengan sedikit ditimbun oleh tanah. Tunas harus diletakkan di sebelah kiri dan kanan.

Anda harus menyiapkan lubang tanam terlebih dahulu, lubang tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu untuk mengurangi tingkat kemasaman tanah. Bersihkan lubang dari rumput dan masukkan tanah guludan sembari diberi sedikit air. Kedalaman lubang tanam sekitar 35 cm. Sebaiknya, lubang dibiarkan sehari semalam sebelum digunakan.

Baca Juga:
7 Jenis Hama yang Menyerang Tanaman Anggur, Sudah Tau Belum?
5 Jenis Metode Priming yang Belum Anda Ketahui, Penasaran?
Ingin Untung Berlipat Saat Ternak Sapi, Terapkan Cara ini Segera!

Bibit Rayungan

Untuk yang kedua yakni bibit rayungan yaitu bibit yang sudah tumbuh, umumnya bibit ini sudah mempunyai 2 atau 3 mata. Bibit ini ditanam di lahan dengan kriteria lebar parit keliling 0,7 m dengan kedalaman 0,7 m, parit malang dengan panjang 100 m, lebar 0,5 m, dan kedalaman 0,5 m; kemudian parit mujur dengan lebar 0,7 m dengan kedalaman 0,7 m.

Ketika proses penanaman, lubang di lahan sepanjang 10 m akan memerlukan 20 bibit yang ditambah dengan bibit cadangan untuk penyulaman.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Bibit Bonggol

Dan untuk jenis bibit yang terakhir yakni bibit bonggol atau bibit yang umumnya diambil dari bagian bawah pohon tebu yang baru saja ditebang di bagian bawah pohon masih terpendam di dalam tanah. Bibit bonggol biasanya sudah memiliki dua atau tiga mata.

Bibit bonggol yang digunakan akan ditanam dengan posisi agak miring. Penanaman bibit bonggol sebaiknya dilakukan pada Mei, Juni, dan Juli. Hal ini dikarenakan agar waktu masak pohon tebu dengan rendemen tinggi terjadi pada saat masa giling pabrik gula sehingga hasil panen dapat langsung diolah agar kualitas tebu tidak menurun.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Cara Jitu Menanam Tebu dari 3 Jenis Bibit yang Berbeda, Mau Tau?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Karung Beras untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Posted in distributor karung beras, karung, karung beras, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

7 Jenis Hama yang Menyerang Tanaman Anggur, Sudah Tau Belum?

Hama Buah Anggur

Persis dengan tanaman buah yang lainnya, pohon anggur juga rentan sekali terserang hama. Adapun beberapa jenis hama pohon anggur kerap menyerang dan menimbulkan kerusakan serta kerugian. Ini dia beberapa jenis-jenis hama pohon anggur yang kerap dijumpai.

Phylloxera Vitifolia

Phylloxera Vitifolia

Hama ini menyerang tanaman yang masih muda ataupun yang sudah tua. Hama ini mampu membuang pohon anggur jadi kering dan mati. Bagian yang biasanya diserang adalah aduan dan akar tanaman secara langasung. Gejala umum daun yang terkena hama ini akan memiliki bisul-bisul kecil yang akan membengkak sepert kutil. Hama ini akan menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar.

Japanese Beetle (Popilia japonica)

Japanese Beetle

Gejala yang ditimbulkan dari hama ini adalah daun skleletonized (hanya vea yang tersisa), bunga dan kuncup rusak. Kerusakan yang banyak dan luas pada tanaman. Serangga penyebabnya adalah kumbang hijau perunggu dengan jumbai rambut putih yang menyembul dari bawah sayap mencakup pada setiap sisi tubuh. Untuk ukuran tubuh serangga dewasa sekitar 12 mm, larva berwarna krem keputihan, serta belatung dapat berkembang dengan baik di tanah.

Grape Mealybug (Pseudococcus maritimus)

Grape Mealybug

Dampak dari hama ini yaitu menyebabkan penyakit berupa jamur jelaga yang tumbuh pada buah. Yang menyebabkan adalah sekresi manis oleh serangga yang jatuh ke buah dan mendorong pertumbuhan jamur. Hama ini bisa dikendalikan dengan mengendalikan populasi semu untuk mendorong populasi kutu putih sebagai musuh alami, dan menerapkan insektisida yang tepat.

Baca Juga:
5 Jenis Metode Priming yang Belum Anda Ketahui, Penasaran?
Ingin Untung Berlipat Saat Ternak Sapi, Terapkan Cara ini Segera!
7 Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Pengomposan, Apa Saja?

Black Vine Weevil (Otiorhynchus sulcatus)

Black Vine Weevil

Gejala pohon anggur yang terserang hama ini adalah adanya kerusakan pada bagian batang daun, tunas, dan bunga. Tanaman yang terkena hama ini akan kehilangan kekuatannya. Larva yang menyerang akan hidup di tanah dan memakan akar tanaman.

Grape Flea Beetle

Grape Flea Beetle

Hama ini akan memakan tunas muda yang berakibat terbentuknya bakal buah sehingga hasil panen anggur dapat berkurang. Kehadiran larva ini juga akan memakan daun anggur dan menyebabkan pohon terlambat berbuah.

Grape Berry Moth

Grape Berry Moth

Hama ini akan berkembang biak di dalam buah. Larva yang tumbuh di dalam buah akan memakan daging buah dari dalam sehingga menyebabkan banyak buah yang akan menjadi rusak dan membusuk.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Multicolored Asian Lady Beetle

Multicolored Asian Lady Beetle

Untuk jenis hama yang terakhir yaitu multicolored asian lady beetle, jenis hama ini akan menyerang buah dan memakan bagian dalam buah. Dan dampak yang ditimbulkan yaitu buah yang terserang akan rusak dan membusuk.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “7 Jenis Hama yang Menyerang Tanaman Anggur, Sudah Tau Belum?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Karung Beras untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Posted in distributor karung beras, karung, karung beras, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

5 Jenis Metode Priming yang Belum Anda Ketahui, Penasaran?

Metode Priming Benih

Bibit yang memiliki kemampuan vigor benih baik akan lebih disukai oleh konsumen karena pertumbuhan kecambah benih akan seragam dan dapat menghasilkan pohon yang tumbuh dengan baik. Selain itu, benih yang memiliki vigor benih baik mudah untuk dipelihara. Bibit yang memiliki kemampuan vigor benih yang rendah dapat dimanipulasi untuk menaikkan kemampuan vigornya dengan metode priming. Priming benih dapat dilakukan dengan beberapa metode. Berikut ini ulasan metode priming lebih lanjut.

Hydropriming (Perendaman dalam Air)

Priming dilakukan menambahkan benih dengan air dalam jumlah terbatas secara terus-menerus atau secara berurutan. Benih yang direndam dalam air akan dikeringkan di tempat yang teduh. Perlakuan ini sangat baik diberikan pada benih yang berkulit keras/liat. Metode ini terbukti ampuh meningkatkan persentase perkecambahan dan indeks perkecambahan serta memperpendek rata-rata waktu perkecambahan hingga 50 persen dari benih umumnya.

Halopriming (Perendaman dalam Larutan Garam Inorganik)

Metode priming ini menggunakan garam seperti kloridan sulfat dan nitrat. Metode ini sering digunakan untuk memperbaiki toleransi bibit terhadap cengkeraman kadar garam. Metode ini dilakukan dengan merendam benih ke dalam larutan garam. Setelah itu, bersihkan benih dari larutan garam dengan dibilas air keras, dan dikeringkan di tempat teduh. Beberapa bibit jagung yang direndam pada larutan NaCl mengalami perkecambahan yang signifikan.

Baca Juga:
Ingin Untung Berlipat Saat Ternak Sapi, Terapkan Cara ini Segera!
7 Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Pengomposan, Apa Saja?
Cara Jitu Memilih Pupuk Organik Agar Tanaman Tumbuh Subur & Optimal

Biopriming

Metode ini merupakan kombinasi antara hidrasi benih (aspek fisiologis) dan inokulasi dengan mikroorganisme yang berfungsi untuk melindungi benih dengan bantuan dari jamur dan bakteri yang menguntungkan. Metode biopriming digunakan untuk membuat bibit mampu mengendalikan penyakit.

Osmopriming (Perendaman dalam Larutan Ormotik Organik)

Metode ini merupakan metode yang paling sering digunakan. Benih akan diinkubasi dalam larutan yang beraerasi dengan potensi air yang rendah. Selanjutnya, benih dicuci dan dikeringkan. Larutan yang memiliki potensi rendah adalah osmotika seperti monitol dan polietilenglikol (PEG). Benih akan direndam pada larutan tersebut, lalu dicuci dan dikeringkan.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Solid Matrik Priming

Metode ini dilakukan dengan menginkubasi benih di dalam materi padat yang tidak mudah larut jika dicampur dengan air. Materi padat tersebut berupa tanah liat, vermikulit, gambut, pasir, abu gosok, atau serbuk gergaji.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “5 Jenis Metode Priming yang Belum Anda Ketahui, Penasaran?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Karung Beras untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Posted in distributor karung beras, karung, karung beras, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ingin Untung Berlipat Saat Ternak Sapi, Terapkan Cara ini Segera!

Pupuk dari Kotoran Ternak

Hasil sampingan dari proses peternakan adalah limbah yang masih dapat dimanfaatkan sehingga mendatangkan keuntungan tambahan bagi peternak. Limbah kandang sapi memang sebaiknya diolah dan dimanfaatkan. Jika dibiarkan begitu saja, malah akan menimbulkan bahaya bagi lingkungan sekitar. Nah, untuk mengatasinya ini beberapa cara untuk menghasilkan produk dari pengolahan limbah kandang sapi.

a. Pupuk Kandang

Kotoran sapi, urine, dan sisa pakan sapi dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk kandang atau pupuk organik. Umumnya limbah ini diproses secara tradisional sehingga memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar tiga bulan.

b. Pupuk Cair

Pupuk cair diproses dari sluri yang diperoleh dari hasil sisa proses pembuatan biogas yang berasal dari kotoran sapi.

c. Biogas

Kotoran sapi dapat diproses menjadi gas atau biogas. Biogas dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan sebagai bahan bakar untuk memasak dan bahan bakar lampu penerangan. Biogas merupakan hasil dari fermentasi bahan organik yang dilakukan oleh bakteri dalam kondisi anaerob. Biogas terdiri atas campuran berbagai gas. Campuran gas tersebut mudah terbakar jika kandungan metananya lebih dari 50%.

Baca Juga:
7 Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Pengomposan, Apa Saja?
Cara Jitu Memilih Pupuk Organik Agar Tanaman Tumbuh Subur & Optimal
Mengenal Buah Pisang Biru yang Belum Banyak Orang Tau, Penasaran!

Biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi mengandung metana sebanyak 60% sehingga sangat mudah terbakar dan menjadikan sumber energi, misalnya untuk memasak. Biogas yang dihasilkan dari 30 ekor sapi setara dengan satu tabung gas elpiji yang 12 kg.

d. Sluri Untuk Pertanian

Sluri dihasilkan dari biodigester dan dapat dimanfaatkan pupuk organik yang siap untuk dipakai. Kandungan hara dalam sluri sangat tinggi sehingga baik untuk pemupukan tanaman.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

e. Bioarang

Bioarang dapat terbuat dari sisa kotoran sapi. Bioarang yang dibuat dari kotoran sapi diolah dengan cara dibakar tanpa udara bahan organik yang berasal dari hewan ataupun tumbuhan. Bioarang dapat menjadi sumber pembakaran yang baik dan tidak menghasilkan banyak asap yang dapat mengganggu pernapasan.

Cara pembuatan bioarang diawali dengan memasukkan kotoran sapi ke alat pencetak untuk dijadikan briket. Briket yang sudah tercetak harus dikeringkan secara alami dengan dijemur. Briket kering sudah dapat dibakar hingga briket membara. Setelah pembakaran merata, briket dapat disiram. Langkah terakhir briket dijemur kembali di bawah sinar matahari.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Ingin Untung Berlipat Saat Ternak Sapi, Terapkan Cara ini Segera!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Karung Beras untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Posted in distributor karung beras, karung, karung beras, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

7 Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Pengomposan, Apa Saja?

Proses Pengomposan

Ada beberapa faktor yang memengaruhi pengomposan, yaitu nilai C/N bahan, ukuran bahan, campuran bahan, mikroorganisme yang bekerja, kelembapan dan aerasi, suhu, serta keasaman pH. Seluruh faktor tersebut harus diperhatikan agar dapat menghasilkan kompos yang baik. Simak ulasan lebih lengkap di bawah ini mengenai faktor yang memengaruhi pengomposan.

Nilai C/N Bahan

Nilai C/N pada bahan baku pembuatan kompos akan memengaruhi lamanya pembuatan kompos. Semakin renah kandungan nilai C/N bahan, waktu yang dibutuhkan untuk pengomposan akan semakin singkat.

Ukuran Bahan

Besaran bahan juga berpengaruh terhadap waktu yang dibutuhkan untuk proses pengomposan. Semakin kecil ukuran bahan membuat proses pengomposan menjadi lebih cepat karena semakin luas bahan yang dapat disentuh oleh bakteri. Oleh karena itu, pencacahan bahan pengomposan wajib dilakukan hingga bahan berukuran kecil. Ukuran yang paling baik untuk bahan keras yang digunakan adalah sekitar 0,5—1 cm dan bahan tidak keras sekitar 5 cm.

Bahan yang tidak keras sebaiknya jangan dicacah terlalu kecil karena akan mengeluarkan kandungan air yang banyak sehingga menyebabkan tingkat kelembapan yang tinggi.

Komposisi Bahan

Ada beberapa bahan yang mampu dikomposkan lebih baik dan cepat. Bahan organik yang berasal dari tanaman akan lebih cepat dikomposkan jika dicampur dengan kotoran hewan.

Baca Juga:
Cara Jitu Memilih Pupuk Organik Agar Tanaman Tumbuh Subur & Optimal
Mengenal Buah Pisang Biru yang Belum Banyak Orang Tau, Penasaran!
Dongkrak Produktivitas Susu Kambing dengan Pakan Alternatif Ini!

Jumlah Mikroorganisme

Bakteri, fungi, Actinomycetes, dan protozoa adalah mikroorganisme yang berperan dalam proses pengomposan. Namun, mikroorganisme lainnya juga harus ditambahkan ke dalam bahan yang akan dikomposkan. Penambahan jumlah mikroorganisme mampu mempercepat proses pengomposan.

Kelembapan dan Aerasi

Umumnya, mikroorganisme yang bekerja dalam proses pengomposan dapat bekerja pada tingkat kelembapan sekitar 40—60 persen. Tingkat kelembapan harus dijaga untuk tetap stabil agar para mikroorganisme dapat bekerja optimal. Sementara, kebutuhan aerasi bergantung pada proses berlangsungnya kompos tersebut, baik secara aerob maupun anaerob.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Suhu

Suhu yang baik untuk mendukung proses pengomposan sekitar 30—50°C. Apabila suhu relatif tinggi dapat membunuh mikroorganisme, sedangkan jika terlalu rendah dapat menyebabkan mikroorganisme tidak bekerja.

Keasaman (pH)

Tingkat keasaman yang baik untuk proses pengomposan adalah 6,5—7,5 atau cenderung netral. Untuk menetralkan keasaman pH, Anda dapat menggunakan kapur atau abu dapur.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “7 Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Pengomposan, Apa Saja?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Karung Beras untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Posted in distributor karung beras, karung, karung beras, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Jitu Memilih Pupuk Organik Agar Tanaman Tumbuh Subur & Optimal

Pupuk Organik

Tidak dapat dimungkiri bahwa performa pupuk organik lebih baik jika dibandingkan dengan pupuk berbahan kimia. Hasil yang didapatkan dari penggunaan pupuk ini lebih berkualitas dan dapat mengefesiensikan biaya produksi. Untuk mengenal lebih jauh lagi bagaimana cara menggunakan pupuk organik, berikut tips memilih pupuk organik.

Kelebihan Menggunakan Pupuk Hayati

Salah satu kelebihan penggunaan pupuk organik adalah dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara dan kesuburan tanah. Kelebihan lainnya dari pupuk ini adalah meningkatkan kemampuan akar dalam menyerap unsur hara, menekan angka pertumbuhan mikroba patogen, dan mampu meningkatkan produktivitas.

Pupuk hayati memiliki kandungan mikroorganisme yang menguntungkan seperti mikroorganisme penambat nitrogen, mikroorganisme pelarut fosfat, mikroorganisme penambah bahan organik, serta hormon tumbuh lengkap.

Pilih Sesuai Fungsi

Penggunaan pupuk organik juga harus sesuai dengan fasenya. Sebab, beda fase akan beda pula kebutuhan pupuk untuk tanaman. Untuk fase persemaian, Anda dapat menggunakan magicgro G2 yang baik untuk pertumbuhan akar. Pada fase pembesaran dapat menggunakan pupuk magicgro G6, penggunaan pupuk ini bagus pada tanah yang memiliki kandungan unsur hara yang rendah.

Pada masa vegetatif, tanaman membutuhkan banyak nitrogen sehingga gunakan pupuk yang memiliki kandungan nitrogen yang tinggi. Pada masa generatif, tanaman lebih membutuhkan fosfor dan kalium.

Baca Juga:
Mengenal Buah Pisang Biru yang Belum Banyak Orang Tau, Penasaran!
Dongkrak Produktivitas Susu Kambing dengan Pakan Alternatif Ini!
Mengenal Bahan Baku Pakan Ternak yang Berkualitas, Apa Itu?

Gunakan Pupuk Bermikroba

Tips memilih pupuk organik selanjutnya adalah gunaka pupuk bermikroba. Pupuk bermikroba pada dasarnya banyak dijual di toko-toko pertanian. Mikroba ini berfungsi untuk menguraikan elemen pupuk ke dalam bentuk ion sehingga kandungan hara lebih mudah terserap oleh tanaman.

Tidak Usah Melihat Merek

Saat ini merek pupuk organik yang beredar sudah banyak, lebih dari 200 merek telah tersebar. Yang perlu Anda perhatikan adalah kandungan dalam pupuk tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan Anda atau belum. Tanggal kedaluwarsa pun tidak begitu berpengaruh. Semakin lama disimpan, pupuk tersebut akan semakin bagus.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Hindari Pemakaian Pupuk Hanya Satu Merek

Setiap merek pupuk akan memiliki kandungan unsur hara mikro dan makro yang berbeda-beda. Jika penggunaan pupuk terus dilakukan dengan merek yang sama, akan menimbulkan ketidakseimbangan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan seluruh unsur hara mikro dan makro secara lengkap, gunakan pupuk yang berbeda-beda.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Cara Jitu Memilih Pupuk Organik Agar Tanaman Tumbuh Subur & Optimal” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Karung Beras untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Posted in distributor karung beras, karung, karung beras, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment